Ringkasan Tanbihul Ghafilin --> Bab 5: Sifat Api Neraka dan Ahlinya.
Sabda Rasulullah SAW:
• “Api neraka telah dinyalakan selama seribu tahun sehingga merah, kemudian dilanjutkan seribu tahun sehingga putih, kemudian dilanjutkan seribu tahun sehingga hitam gelap, bagaikan malam yang gelap kelam.”
• “Bahwa di dalam neraka ada ular-ular sebesar leher unta, jika ia menggigit maka rasa pedih bisanya akan tetap terasa hingga empat puluh tahun. Juga di dalam neraka ada kala sebesar keledai, jika ia menyengat maka akan terasa pedih bisanya selama empat puluh tahun.”
________________________________________
Al-a’masy dari Yasid b. Wahab dari Ibn Mas’ud r.a berkata:
“Sesungguhnya apimu ini hanyalah sebahagian dari tujuh puluh bahagian dari api neraka, dan andaikan tidak didinginkan dalam laut dua kali, nescaya kamu tidak dapat menggunakannya.”
________________________________________
Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya seringan-ringan seksa ahli neraka ialah seorang yang bersandal dari api neraka, dan sandal tersebut dapat mendidihkan otaknya, seolah-olah di telinganya ada api, dan giginya berapi dan di bibirnya ada wap api, dan keluar ususnya dari bawah kakinya, bahkan ia merasa bahawa dialah yang terberat seksanya dari semua ahli neraka, padahal, ia sangat ringan seksanya dari semua ahli neraka.”
________________________________________
Nasihat Qatadah:
“Hai kaumku, apakah kamu merasa bahawa itu pasti akan terkena pada dirimu, ataukah kamu merasa akan kuat menghadapinya? Hai kaumku, taat kepada Allah itu jauh lebih ringan bagi kamu, kerana itu, taatilah. Sebab orang ahli neraka itu kelak akan mengeluh selama seribu tahun, tetapi tidak berguna bagi mereka, lalu mereka berkata: Dahulu ketika kami didunia bila kami sabar lambat laun mendapat keringanan dan kelapangan, maka mereka lalu sabar seribu tahun, dan tetap seksa mereka tidak diringankan, sehingga mereka berkata: Ajazi’na am sobarna malana min mahish (Apakah kami mengeluh atau sabar, tidak dapat mengelakkan seksa ini). Lalu mereka minta hujan selama seribu tahun kerana sangat haus dan panas neraka maka mereka berdoa selama seribu tahun, maka Allah berkata kepada Jibril: Apakah yang mereka minta? Jawab Jibril: Engkau lebih mengetahui ya Allah, mereka minta hujan, maka tampak pada mereka awan merah sehingga mereka mengira akan turun hujan, maka dikirim kepada mereka kala-kala sebesar keldai, yang menggigit mereka dan terasa sakit pedih gigitan itu selama seribu tahun untuk diturunkan hujan, maka tampak mereka awan yang hitam, mereka mengira bahawa itu akan hujan, tiba-tiba turun kepada mereka ular-ular sebesar leher unta, yang menggigit mereka, dan gigitan itu terasa pedihnya hingga seribu tahun, dan inilah erti ayat: Zidnahum adzaba fauqal adzabi (Kami tambahkan kepada mereka seksa di atas seksa).
Kerana mereka dahulu telah kafir, tidak percaya dan melanggar tuntutan Allah, kerana itulah maka siapa yang ingin selamat dari seksa Alla, harus sabar sementara atas segala pederitaan dunia mentaati perintah dan menjauhi larangan Allah, dan menahan syahwat hawa nafsu, sebab syurga itu memang diliputi dengan kesukaran-kesukaran, sedangkan neraka diliputi syahwat-syahwat.”
________________________________________
Sabda Nabi Muhammad SAW:
“Allah memanggil Malaikat Jibril dan menyuruhnya melihat syurga dengan segala persiapannya untuk ahlinya, maka ketika kembali berkata Jibril: Demi kemuliaanmu, tiada seorang yang mendengarnya melainkan ia akan masuk ke dalamnya, maka diliputi dengan serba kesukaran, dan menyuruh Jibril kembali melihatnya, maka kembali dilihatnya, kemudian ia berkata: Demi kemuliaanmu, saya khuatir kalau-kalau tiada seorang pun masuk ke dalamnya. Kemudian disuruh melihat neraka dan semua yang disediakan bagi ahlinya, maka kembali Jibril dan berkata: Demi kemuliaanmu, tidak akan masuk ke dalamnya orang yang telah mendengarnya, kemudian diluputi dengan kepuasan syahwat, dan diperintah supaya kembali melihatnya kemudian setelah dilihatnya kembali, berkata: Saya khuatir kalau tiada seorangpun melainkan akan masuk ke dalamnya.
________________________________________
Yazid Arraqqasyi dari Anas b. Malik r.a berkata:
“Jibril datang kepada Rasulullah SAW pada saat yang tiada biasa ia datang, dalam keadaaan berubah mukanya, maka ditanya oleh Rasulullah SAW: Mengapa aku melihat kau berubah muka? Jawabnya: Ya Muhammad, aku datang kepadamu pada saat di mana Allah menyuruh supaya dikobarkan penyalaan api neraka, maka tidak layak bagi orang yang mengetahui bahawa neraka jahannam itu benar, dan seksa kubur itu benar, dan seksa Allah itu terbesar untuk ia bersuka-suka sebelum ia merasa aman daripadanya. Lalu Nabi Muhammad SAW bertanya: Ya Jibril, jelaskan kepadaku sifat jahannam! Jawabnya: Ya. Ketika Allah menjadikan jahannam maka dinyalakan selama seribu tahun sehingga merah, kemudian seribu tahun sehingga putih, kemudian seribu tahun sehingga hitam, maka ia hitam gelap, tidak pernah padam nyala dan baranya. Demi Allah yang mengutus engkau dengan hak, andaikan terbuka sebesar lubang jarum nescaya akan dapat membakar penduduk dunia semuanya kerana panasnya. Demi Allah yang mengutus engkau dengan hak, andainya baju ahli neraka itu digantung antara langit dengan bumi, nescaya akan mati penduduk bumi kerana panas dan busuknya. Demi Allah yang mengutus engkau dengan hak, andaikan satu pergelangan dari rantai yang disebut Allah dalam al-Quran itu diletakkan diatas bukit nescaya akan cair sampai ke bawah bumi yang ketujuh.
Demi Allah yang mengutusmu dengan hak, andaikan seorang di hujung barat terseksa, nescaya akan terbakar orang-orang yang dihujung timur kerana sangat panasnya, jahannam itu sangat dalam dan perhiasannya besi, dan minumannya air panas bercampur nanah, dan pakaiannya adalah potongan-potongan api. Api neraka itu mempunyai tujuh pintu, tiap-tiap pintu ada bahagian tertentu dari orang lelaki dengan perempuan. Nabi Muhammad SAW bertanya: Apakah pintu-pintunya bagaikan pintu-pintu rumah kami? Jawabnya: Tidak, tetapi selalu terbuka, setengahnya di bawah dari lainnya, dari pintu ke pintu jarak perjalanan tujuh puluh kali lipat ganda, maka digiring ke sana musuh-musuh Allah sehingga bila telah sampai ke pintunya disambut oleh malaikat-malaikat Zabaniyah dengan rantai dan belenggu, maka rantai itu dimasukkan ke dalam mulut mereka hingga tembus ke dubur, dan diikat tangan kirinya ke lehernya, sedang tangan kanannya dimasukkan ke dalam dada dan tembus ke bahunya, dan tiap manusia diganding dengan syaitannya lalu diseret tersungkur mukanya sambil dipukul oleh para malaikat dengan pukul besi, tiap mereka ingin keluar kerana sangat risau maka ditanamkan ke dalamnya, kemudian Nabi Muhammad SAW bertanya: Siapakah penduduk masing-masing pintu? Jawabnya: Pintu yang terbawah untuk orang-orang munafik, dan orang-orang kafir setelah diturunkan hidangan mukjizat Nabi Isa a.s. serta keluarga firaun sedang namanya alhawiyah. Pintu kedua tempat orang-orang musyrikin bernama jahin, pintu ketiga tempat orang-orang shobi’in bernama saqar, pintu keempat tempat iblis dan pengikutnya dari kaum majusi bernama ladha, pintu kelima orang yahudi bernama huthomah. Pintu keenam tempat orang-orang kristian (nashara) bernama sa’ier. Kemudian Jibril diam segan pada Rasulullah SAW hingga baginda bertanya: Mengapa tidak kau terangkan penduduk pintu ketujuh? Jawabnya: Di dalamnya orang-orang yang berdosa besar dari ummatmu yang sampai mati belum sempat bertaubat. Maka Nabi Muhammad SAW jatuh pengsan ketika mendengar keterangan itu, sehingga Jibril meletakkan kepala baginda di pangkuan Jibril sehingga sedar kembali, dan ketika sudah sedar baginda bersabda: Ya Jibril, sungguh besar kerisauanku dan sangat sedihku, apakah ada seorang dari ummatku yang akan masuk ke dalam neraka? Jawabnya: Ya, iaitu orang yang berdosa besar dari ummatmu.
Kemudian Nabi SAW menangis, Jibril juga menangis, kemudian Nabi SAW masuk ke dalam rumahnya dan tidak keluar kecuali untuk sembahyang kemudian kembali dan tidak bicara dengan orang dan bila sembahyang selalu menangis dan minta kepada Allah, dan pada hari yang ketiga datang Abu Bakar r.a ke rumah Nabi SAW mengucap: Assalamu’alaikum ya ahla baiti rahmah, apakah dapat bertemu dengan Nabi SAW, maka tidak ada yang menjawabnya, sehingga ia menepi untuk menangis, kemudian Umar datang dan berkata: Assalamu’alaikum ya ahla baiti rahmah, apakah dapat bertemu dengan Rasulullah SAW, dan ketika tidak mendapat jawapan maka iapun menepi dan menangis, kemudian datang Salman Alfarisi yang berdiri di muka pintu sambil mengucapkan: Assalamu’alaikum ya ahla baiti rahmah, apakah dapat bertemu dengan junjungan Rasulullah SAW, dan ketika tidak mendapat jawapan, ia menangis sehingga jatuh dan bangun, sehingga sampai ke rumah Fatimah r.a dan dimuka pintunya ia mengucapkan: Assalamu’alaikum ya putri Rasulullah, sesungguhnya Rasulullah SAW telah beberapa hari tidak keluar kecuali untuk bersembahyang dan tidak berkata-kata kepada orang juga tidak mengizinkan orang-orang bertemu dengannya, maka segeralah Fatimah memakai baju yang panjang dan pergi memberi salam sambil berkata: Saya Fatimah, ya Rasulullah; sedang Rasulullah SAW bersujud sambil menangis, maka mengangkat kepalanya dan bertanya: Mengapakah kesayanganku? Bukakan pintu untuknya maka masuklah Fatimah dan ketika melihat Nabi SAW, menangislah ia kerana melihat Nabi SAW pucat sembab mukanya kerana banyak menangis dan sangat sedih, lalu ia bertanya: Ya Rasulullah, apakah yang menimpa padamu? Jawab baginda: Jibril datang kepadaku dan menerangkan sifat-sifat neraka lalu menerangkan bahawa bahagian teratas daripadanya untuk ummatku yang membuat dosa besar maka itulah yang menyebabkan tangis dan dukacitaku. Fatimah bertanya: Ya Rasulullah, bagaimanakah cara masuknya? Jawab baginda: Digiring oleh malaikat ke neraka, muka tidak dihitamkan, juga tidak dibirukan mata mereka dan tidak ditutup mulut mereka, dan tidak digandingkan dengan syaitan, bahkan tidak dibelengggu atsau dirantai. Ditanya pula: Lalu bagaimana pula malaikat menuntun mereka? Jawabnya: Adapun lelaki ditarik janggutnya sedang yang wanita ditarik rambutnya, maka berapa banyak dari orang-orang tua dari ummatku yang mengeluh ketika diseret ke neraka: Alangkah tua dan lemahku, demikian pula yang muda: Wahai kemudaanku dan bagus rupaku, sedang wanita mengeluh, wahai alangkah maluku sehingga dibawa ke Malaikat Malik, dan ketika telah dilihat oleh malaikat Malik lalu ditanya: Siapakah orang itu, maka tidak pernah saya dapatkan orang yang akan terseksa seperti orang-orang ini, muka mereka tidak hitam, mata mereka tidak biru, mulutnya tidak tertutup juga tidak diikat bersama syaitannya, dan tidak dibelenggu atau dirantai leher mereka? Jawab malaikat: Demikianlah kami diperintah membawa orang-orang ini kepadamu sedemikian rupa. Lalu ditanya oleh Malik: Siapakah kamu wahai orang-orang yang celaka? Dalam lain riwayat: Ketika mereka digiring oleh malaikat, selalu memanggil: Ya Muhammad, tetapi setelah mereka melihat Malik, lupa mereka akan nama Muhammad SAW kerana hebatnya Malik lalu ditanya: Siapakah kamu? Jawab mereka: Kami ummat yang telah dituruni al-Quran, dan kami telah puasa bulan ramadhan. Lalu Malik berkata: al-Quran tidak diturunkan kecuali kepada ummat Muhammad SAW, maka ketika itu mereka menjerit: Kami ummat Muhammad! Maka Malik bertanya: Tidakkah telah ada larangan dalam al-Quran dari maksiat terhadap Allah SWT? Dan ketika telah berada di tepi jahannam dan diserahkan kepada malaikat Zabaniah, mereka berkata: Hai Malik, izinkan saya menangis, maka diizinkan, lalu mereka menangis sampai habis air mata, kemudian menangis dengan darah, sehingga berkata Malik: Alangkah baiknya menangis ini andaikata terjadi di dunia kepada takut kepada Allah nescaya kamu tidak akan tersentuh api neraka pada hari ini, lalu Malik berkata kepada Zabaniah: Lemparkan mereka ke dalam nereka, dan bila telah dilempar mereka serentak menjerit: Laa illaha illallah, maka surutlah api nereka, Malik berkata: Hai api, sambarlah mereka! Jawab api: Bagaimana akan dapat menyambar mereka sedang mereka mengucapkan: Laa illaha illallah? Malik berkata: Ambillah mreka! Jawab api: Bagaimana akan dapat mengambil mereka sedang mereka mengucapkan: Laa illaha illallah? Malik berkata: Demikianlah perintah Tuhan Rabbul arsy, maka ditangkaplah mereka oleh api, ada yang hanya sampai di tapak kaki, ada yang sampai d lutut, ada yang sampai tengah badan, ada yang sampai leher, maka telah sampai ke muka, Malik berkata: Jangan membakar muka mereka kerana mereka telah lama bersujud kepada Allah, juga jangan membakar hati mereka kerana mereka telah haus pada bulan Ramadhan, maka tinggal dalam nereka beberapa lama sambil menyebut: Ya Arhamar Rahimin, Ya Hannan ya Mannan. Kemudian bila telah selesai hukuman mereka, maka Allah memanggil Jibril dan menanyakan: Ya Jibril, bagaimanakah keadaan orang-orang yang maksiat dari ummat Muhammad SAW? Jawab Jibril: Ya Tuhan, Engkau lebih mengetahui. Lalu diperintah: Pergilah kau melihat keadaan mereka. Maka pergilah Jibril a.s kepada Malik yang sedang duduk di atas mimbar di tengah jahannam. Dan ketika Malik melihat Jibril, ia segera bangun dan hormat dan berkata: Ya Jibril, mengapakah kau datang ke sini? Jawabnya: Bagaimana keadaan rombongan yang maksiat dari ummat Muhammad SAW? Jawab Malik: Sungguh ngeri keadaan mereka dan sempit tempat mereka, mereka telah terbakar badan dan daging mereka kecuali muka dan hati mereka masih berkilauan iman. Jibril berkata: Bukalah tutup mereka supaya saya dapat melihat mereka., maka Malik menyuruh Zabaniah membuka tutup dan ketika mereka melihat Jibril, mereka mengerti bahawa ini bukan malaikat dari bahagian menyeksa, lalu mereka bertanya: Siapakah hamba yang sangat bagus rupanya itu? Jawab Malik: Itu Jibril, biasa membawa wahyu kepada Muhammad SAW. Dan ketika mereka mendengar nama Nabi Muhammad SAW maka mereka serentak menjerit: Ya Jibril, sampaikan salam kami kepada Nabi Muhammad SAW dan beritakan bahawa maksiat kamilah yang memisahkan kami dengannya, dan beritakan kepadanya keadaan kami. Maka kembalilah Jibril menghadap kepada Allah, lalu ditanya: Bagaimana kamu melihat ummat Muhammad? Jawabnya: Ya Tuhan, alangkah jelek keadaan mereka dan sempit tempat mereka. Lalu bertanya: Apakah mereka meminta apa-apa kepadamu? Jawabnya: Ya, mereka meminta disampaikan salam mereka kepada Muhammad SAW, dan diberitakan kepadanya keadaan mereka. Maka Allah menyuruh Jibril menyampaikan semua pesanan itu kepada Nabi Muhammad SAW yang tinggal dalam khemah dari permata yang putih mempunyai empat ribu pintu, tiap pintu dua daun pintu dari emas, maka berkata Jibril:
Ya Muhammad, saya datang kepadamu dari rombongan orang-orang yang durhaka dari ummatmu yang masih terseksa dalam neraka, mereka menyampaikan salam kepadamu dan mengeluh bahawa keadaan mereka sangat jelek dan sangat sempit tempat mereka. Maka pergilah Nabi Muhammad SAW ke bawah arsy dan bersujud dan memuji Allah dengan pujian yang tidak pernah diucapkan oleh seorang makhluk pun, sehingga Allah menyuruh nabi: Angkatlah kepalamu dan mintalah nescaya akan diberi, dan ajukan syafaatmu pasti akan diterima, maka Nabi Muhammad berkata: Ya Tuhan, orang-orang durhaka dari ummatku telah terlaksana pada mereka hukumMu dan balasanMu, maka terimalah syafaatku. Allah berfirman: Aku terima syafaatmu terhadap mereka, maka pergilah ke neraka dan keluarkan mereka daripadanya orang yang pernah mengucap Laa ilaha illallah, maka pergilah Nabi Muhammad SAW ke nerka dan ketika dilihat oleh malaikat Malik segera ia bangkit hormat, lalu ditanya: Hai Malik, bagaimanakah keadaan ummatku yang durhaka? Jawabnya: Alangkah jelek keadaan mereka dan sempit tempat mereka, lalu diperintah bukalah pintu dan angkat tutupnya, maka apabila orang-orang neraka itu melihat Nabi Muhammad SAW mereka serentak menjerit: Ya Muhammad, api neraka telah membakar kulit kami, maka dikeluarkan semuanya berupa arang, lalu dibawa mereka itu ke sungai di muka pintu syurga yang bernama Nahrul hayawan, dan di sana mereka mandi kemudian keluar sebagai orang muda gagah elok, bolak matanya, sedang wajah mereka bagaikan bulan, tertulis di atas dahi mereka “aljahannamiyun” atau orang-orang jahannam yang telah dibebaskan Allah. Dari nereka, kemudian mereka masuk ke syurga, maka apabila orang-orang neraka melihat kaum muslimin telah dilepaskan dari neraka, mereka berkata: Aduh, sekiranya kami dahulu Islam tentu kami dapat keluar dari neraka. Demikianlah sebagaimana firman Allah:
“Rubamaa yawaddul ladzina kafaruu lau kaanuu muslimin (Pada suatu saat kelak, orang-orang kafir ingin andaikan mereka menjadi orang muslim).”
________________________________________
Sabda Rasulullah SAW:
“Pada hari kiamat kelak akan didatangkan maut itu berupa kambing kibas putih hitam, lalu dipanggil orang-orang syurga dan ditanya: Apakah kenal maut? Maka mereka melihat dan mengenalnya, demikian pula ahli neraka ditanya: Apakah kenal maut? Lalu mereka melihat dan mengenalnya, kemudian kambing itu disembelih di antara syurga dan neraka, lalu diberitahu: Hai ahli syurga kini kekal tanpa mati, hai ahli neraka kini kekal tanpa mati. Demikianlah ayat: Wa andzirhum yaumal hasrati idz qudhiyal amru (Peringatkanlah mereka akan hari kemenyesalan ketika maut telah dihapuskan).”
________________________________________
Berkata Abu Hurairah r.a:
“Janganlah gembira seorang yang lacur dengan suatu nikmat, kerana di belakangnya ada yang mengejarnya iaitu jahannam, tiap-tiap berkurang, ditambah pula nyalanya.”
________________________________________
--> Ingat dan saling mengingatilah antara kita akan perkara-perkara seperti ini, kerana sesungguhnya, manusia itu mempunyai sifat pelupa dan kerap kali lupa, sedang Allah tidak pernah lupa. Ketahuilah bahawa seksa Allah itu benar, dan terbesar, seperti yang telah disabdakan Nabi Muhammad SAW.
Wallahu a’lam.
• “Api neraka telah dinyalakan selama seribu tahun sehingga merah, kemudian dilanjutkan seribu tahun sehingga putih, kemudian dilanjutkan seribu tahun sehingga hitam gelap, bagaikan malam yang gelap kelam.”
• “Bahwa di dalam neraka ada ular-ular sebesar leher unta, jika ia menggigit maka rasa pedih bisanya akan tetap terasa hingga empat puluh tahun. Juga di dalam neraka ada kala sebesar keledai, jika ia menyengat maka akan terasa pedih bisanya selama empat puluh tahun.”
________________________________________
Al-a’masy dari Yasid b. Wahab dari Ibn Mas’ud r.a berkata:
“Sesungguhnya apimu ini hanyalah sebahagian dari tujuh puluh bahagian dari api neraka, dan andaikan tidak didinginkan dalam laut dua kali, nescaya kamu tidak dapat menggunakannya.”
________________________________________
Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya seringan-ringan seksa ahli neraka ialah seorang yang bersandal dari api neraka, dan sandal tersebut dapat mendidihkan otaknya, seolah-olah di telinganya ada api, dan giginya berapi dan di bibirnya ada wap api, dan keluar ususnya dari bawah kakinya, bahkan ia merasa bahawa dialah yang terberat seksanya dari semua ahli neraka, padahal, ia sangat ringan seksanya dari semua ahli neraka.”
________________________________________
Nasihat Qatadah:
“Hai kaumku, apakah kamu merasa bahawa itu pasti akan terkena pada dirimu, ataukah kamu merasa akan kuat menghadapinya? Hai kaumku, taat kepada Allah itu jauh lebih ringan bagi kamu, kerana itu, taatilah. Sebab orang ahli neraka itu kelak akan mengeluh selama seribu tahun, tetapi tidak berguna bagi mereka, lalu mereka berkata: Dahulu ketika kami didunia bila kami sabar lambat laun mendapat keringanan dan kelapangan, maka mereka lalu sabar seribu tahun, dan tetap seksa mereka tidak diringankan, sehingga mereka berkata: Ajazi’na am sobarna malana min mahish (Apakah kami mengeluh atau sabar, tidak dapat mengelakkan seksa ini). Lalu mereka minta hujan selama seribu tahun kerana sangat haus dan panas neraka maka mereka berdoa selama seribu tahun, maka Allah berkata kepada Jibril: Apakah yang mereka minta? Jawab Jibril: Engkau lebih mengetahui ya Allah, mereka minta hujan, maka tampak pada mereka awan merah sehingga mereka mengira akan turun hujan, maka dikirim kepada mereka kala-kala sebesar keldai, yang menggigit mereka dan terasa sakit pedih gigitan itu selama seribu tahun untuk diturunkan hujan, maka tampak mereka awan yang hitam, mereka mengira bahawa itu akan hujan, tiba-tiba turun kepada mereka ular-ular sebesar leher unta, yang menggigit mereka, dan gigitan itu terasa pedihnya hingga seribu tahun, dan inilah erti ayat: Zidnahum adzaba fauqal adzabi (Kami tambahkan kepada mereka seksa di atas seksa).
Kerana mereka dahulu telah kafir, tidak percaya dan melanggar tuntutan Allah, kerana itulah maka siapa yang ingin selamat dari seksa Alla, harus sabar sementara atas segala pederitaan dunia mentaati perintah dan menjauhi larangan Allah, dan menahan syahwat hawa nafsu, sebab syurga itu memang diliputi dengan kesukaran-kesukaran, sedangkan neraka diliputi syahwat-syahwat.”
________________________________________
Sabda Nabi Muhammad SAW:
“Allah memanggil Malaikat Jibril dan menyuruhnya melihat syurga dengan segala persiapannya untuk ahlinya, maka ketika kembali berkata Jibril: Demi kemuliaanmu, tiada seorang yang mendengarnya melainkan ia akan masuk ke dalamnya, maka diliputi dengan serba kesukaran, dan menyuruh Jibril kembali melihatnya, maka kembali dilihatnya, kemudian ia berkata: Demi kemuliaanmu, saya khuatir kalau-kalau tiada seorang pun masuk ke dalamnya. Kemudian disuruh melihat neraka dan semua yang disediakan bagi ahlinya, maka kembali Jibril dan berkata: Demi kemuliaanmu, tidak akan masuk ke dalamnya orang yang telah mendengarnya, kemudian diluputi dengan kepuasan syahwat, dan diperintah supaya kembali melihatnya kemudian setelah dilihatnya kembali, berkata: Saya khuatir kalau tiada seorangpun melainkan akan masuk ke dalamnya.
________________________________________
Yazid Arraqqasyi dari Anas b. Malik r.a berkata:
“Jibril datang kepada Rasulullah SAW pada saat yang tiada biasa ia datang, dalam keadaaan berubah mukanya, maka ditanya oleh Rasulullah SAW: Mengapa aku melihat kau berubah muka? Jawabnya: Ya Muhammad, aku datang kepadamu pada saat di mana Allah menyuruh supaya dikobarkan penyalaan api neraka, maka tidak layak bagi orang yang mengetahui bahawa neraka jahannam itu benar, dan seksa kubur itu benar, dan seksa Allah itu terbesar untuk ia bersuka-suka sebelum ia merasa aman daripadanya. Lalu Nabi Muhammad SAW bertanya: Ya Jibril, jelaskan kepadaku sifat jahannam! Jawabnya: Ya. Ketika Allah menjadikan jahannam maka dinyalakan selama seribu tahun sehingga merah, kemudian seribu tahun sehingga putih, kemudian seribu tahun sehingga hitam, maka ia hitam gelap, tidak pernah padam nyala dan baranya. Demi Allah yang mengutus engkau dengan hak, andaikan terbuka sebesar lubang jarum nescaya akan dapat membakar penduduk dunia semuanya kerana panasnya. Demi Allah yang mengutus engkau dengan hak, andainya baju ahli neraka itu digantung antara langit dengan bumi, nescaya akan mati penduduk bumi kerana panas dan busuknya. Demi Allah yang mengutus engkau dengan hak, andaikan satu pergelangan dari rantai yang disebut Allah dalam al-Quran itu diletakkan diatas bukit nescaya akan cair sampai ke bawah bumi yang ketujuh.
Demi Allah yang mengutusmu dengan hak, andaikan seorang di hujung barat terseksa, nescaya akan terbakar orang-orang yang dihujung timur kerana sangat panasnya, jahannam itu sangat dalam dan perhiasannya besi, dan minumannya air panas bercampur nanah, dan pakaiannya adalah potongan-potongan api. Api neraka itu mempunyai tujuh pintu, tiap-tiap pintu ada bahagian tertentu dari orang lelaki dengan perempuan. Nabi Muhammad SAW bertanya: Apakah pintu-pintunya bagaikan pintu-pintu rumah kami? Jawabnya: Tidak, tetapi selalu terbuka, setengahnya di bawah dari lainnya, dari pintu ke pintu jarak perjalanan tujuh puluh kali lipat ganda, maka digiring ke sana musuh-musuh Allah sehingga bila telah sampai ke pintunya disambut oleh malaikat-malaikat Zabaniyah dengan rantai dan belenggu, maka rantai itu dimasukkan ke dalam mulut mereka hingga tembus ke dubur, dan diikat tangan kirinya ke lehernya, sedang tangan kanannya dimasukkan ke dalam dada dan tembus ke bahunya, dan tiap manusia diganding dengan syaitannya lalu diseret tersungkur mukanya sambil dipukul oleh para malaikat dengan pukul besi, tiap mereka ingin keluar kerana sangat risau maka ditanamkan ke dalamnya, kemudian Nabi Muhammad SAW bertanya: Siapakah penduduk masing-masing pintu? Jawabnya: Pintu yang terbawah untuk orang-orang munafik, dan orang-orang kafir setelah diturunkan hidangan mukjizat Nabi Isa a.s. serta keluarga firaun sedang namanya alhawiyah. Pintu kedua tempat orang-orang musyrikin bernama jahin, pintu ketiga tempat orang-orang shobi’in bernama saqar, pintu keempat tempat iblis dan pengikutnya dari kaum majusi bernama ladha, pintu kelima orang yahudi bernama huthomah. Pintu keenam tempat orang-orang kristian (nashara) bernama sa’ier. Kemudian Jibril diam segan pada Rasulullah SAW hingga baginda bertanya: Mengapa tidak kau terangkan penduduk pintu ketujuh? Jawabnya: Di dalamnya orang-orang yang berdosa besar dari ummatmu yang sampai mati belum sempat bertaubat. Maka Nabi Muhammad SAW jatuh pengsan ketika mendengar keterangan itu, sehingga Jibril meletakkan kepala baginda di pangkuan Jibril sehingga sedar kembali, dan ketika sudah sedar baginda bersabda: Ya Jibril, sungguh besar kerisauanku dan sangat sedihku, apakah ada seorang dari ummatku yang akan masuk ke dalam neraka? Jawabnya: Ya, iaitu orang yang berdosa besar dari ummatmu.
Kemudian Nabi SAW menangis, Jibril juga menangis, kemudian Nabi SAW masuk ke dalam rumahnya dan tidak keluar kecuali untuk sembahyang kemudian kembali dan tidak bicara dengan orang dan bila sembahyang selalu menangis dan minta kepada Allah, dan pada hari yang ketiga datang Abu Bakar r.a ke rumah Nabi SAW mengucap: Assalamu’alaikum ya ahla baiti rahmah, apakah dapat bertemu dengan Nabi SAW, maka tidak ada yang menjawabnya, sehingga ia menepi untuk menangis, kemudian Umar datang dan berkata: Assalamu’alaikum ya ahla baiti rahmah, apakah dapat bertemu dengan Rasulullah SAW, dan ketika tidak mendapat jawapan maka iapun menepi dan menangis, kemudian datang Salman Alfarisi yang berdiri di muka pintu sambil mengucapkan: Assalamu’alaikum ya ahla baiti rahmah, apakah dapat bertemu dengan junjungan Rasulullah SAW, dan ketika tidak mendapat jawapan, ia menangis sehingga jatuh dan bangun, sehingga sampai ke rumah Fatimah r.a dan dimuka pintunya ia mengucapkan: Assalamu’alaikum ya putri Rasulullah, sesungguhnya Rasulullah SAW telah beberapa hari tidak keluar kecuali untuk bersembahyang dan tidak berkata-kata kepada orang juga tidak mengizinkan orang-orang bertemu dengannya, maka segeralah Fatimah memakai baju yang panjang dan pergi memberi salam sambil berkata: Saya Fatimah, ya Rasulullah; sedang Rasulullah SAW bersujud sambil menangis, maka mengangkat kepalanya dan bertanya: Mengapakah kesayanganku? Bukakan pintu untuknya maka masuklah Fatimah dan ketika melihat Nabi SAW, menangislah ia kerana melihat Nabi SAW pucat sembab mukanya kerana banyak menangis dan sangat sedih, lalu ia bertanya: Ya Rasulullah, apakah yang menimpa padamu? Jawab baginda: Jibril datang kepadaku dan menerangkan sifat-sifat neraka lalu menerangkan bahawa bahagian teratas daripadanya untuk ummatku yang membuat dosa besar maka itulah yang menyebabkan tangis dan dukacitaku. Fatimah bertanya: Ya Rasulullah, bagaimanakah cara masuknya? Jawab baginda: Digiring oleh malaikat ke neraka, muka tidak dihitamkan, juga tidak dibirukan mata mereka dan tidak ditutup mulut mereka, dan tidak digandingkan dengan syaitan, bahkan tidak dibelengggu atsau dirantai. Ditanya pula: Lalu bagaimana pula malaikat menuntun mereka? Jawabnya: Adapun lelaki ditarik janggutnya sedang yang wanita ditarik rambutnya, maka berapa banyak dari orang-orang tua dari ummatku yang mengeluh ketika diseret ke neraka: Alangkah tua dan lemahku, demikian pula yang muda: Wahai kemudaanku dan bagus rupaku, sedang wanita mengeluh, wahai alangkah maluku sehingga dibawa ke Malaikat Malik, dan ketika telah dilihat oleh malaikat Malik lalu ditanya: Siapakah orang itu, maka tidak pernah saya dapatkan orang yang akan terseksa seperti orang-orang ini, muka mereka tidak hitam, mata mereka tidak biru, mulutnya tidak tertutup juga tidak diikat bersama syaitannya, dan tidak dibelenggu atau dirantai leher mereka? Jawab malaikat: Demikianlah kami diperintah membawa orang-orang ini kepadamu sedemikian rupa. Lalu ditanya oleh Malik: Siapakah kamu wahai orang-orang yang celaka? Dalam lain riwayat: Ketika mereka digiring oleh malaikat, selalu memanggil: Ya Muhammad, tetapi setelah mereka melihat Malik, lupa mereka akan nama Muhammad SAW kerana hebatnya Malik lalu ditanya: Siapakah kamu? Jawab mereka: Kami ummat yang telah dituruni al-Quran, dan kami telah puasa bulan ramadhan. Lalu Malik berkata: al-Quran tidak diturunkan kecuali kepada ummat Muhammad SAW, maka ketika itu mereka menjerit: Kami ummat Muhammad! Maka Malik bertanya: Tidakkah telah ada larangan dalam al-Quran dari maksiat terhadap Allah SWT? Dan ketika telah berada di tepi jahannam dan diserahkan kepada malaikat Zabaniah, mereka berkata: Hai Malik, izinkan saya menangis, maka diizinkan, lalu mereka menangis sampai habis air mata, kemudian menangis dengan darah, sehingga berkata Malik: Alangkah baiknya menangis ini andaikata terjadi di dunia kepada takut kepada Allah nescaya kamu tidak akan tersentuh api neraka pada hari ini, lalu Malik berkata kepada Zabaniah: Lemparkan mereka ke dalam nereka, dan bila telah dilempar mereka serentak menjerit: Laa illaha illallah, maka surutlah api nereka, Malik berkata: Hai api, sambarlah mereka! Jawab api: Bagaimana akan dapat menyambar mereka sedang mereka mengucapkan: Laa illaha illallah? Malik berkata: Ambillah mreka! Jawab api: Bagaimana akan dapat mengambil mereka sedang mereka mengucapkan: Laa illaha illallah? Malik berkata: Demikianlah perintah Tuhan Rabbul arsy, maka ditangkaplah mereka oleh api, ada yang hanya sampai di tapak kaki, ada yang sampai d lutut, ada yang sampai tengah badan, ada yang sampai leher, maka telah sampai ke muka, Malik berkata: Jangan membakar muka mereka kerana mereka telah lama bersujud kepada Allah, juga jangan membakar hati mereka kerana mereka telah haus pada bulan Ramadhan, maka tinggal dalam nereka beberapa lama sambil menyebut: Ya Arhamar Rahimin, Ya Hannan ya Mannan. Kemudian bila telah selesai hukuman mereka, maka Allah memanggil Jibril dan menanyakan: Ya Jibril, bagaimanakah keadaan orang-orang yang maksiat dari ummat Muhammad SAW? Jawab Jibril: Ya Tuhan, Engkau lebih mengetahui. Lalu diperintah: Pergilah kau melihat keadaan mereka. Maka pergilah Jibril a.s kepada Malik yang sedang duduk di atas mimbar di tengah jahannam. Dan ketika Malik melihat Jibril, ia segera bangun dan hormat dan berkata: Ya Jibril, mengapakah kau datang ke sini? Jawabnya: Bagaimana keadaan rombongan yang maksiat dari ummat Muhammad SAW? Jawab Malik: Sungguh ngeri keadaan mereka dan sempit tempat mereka, mereka telah terbakar badan dan daging mereka kecuali muka dan hati mereka masih berkilauan iman. Jibril berkata: Bukalah tutup mereka supaya saya dapat melihat mereka., maka Malik menyuruh Zabaniah membuka tutup dan ketika mereka melihat Jibril, mereka mengerti bahawa ini bukan malaikat dari bahagian menyeksa, lalu mereka bertanya: Siapakah hamba yang sangat bagus rupanya itu? Jawab Malik: Itu Jibril, biasa membawa wahyu kepada Muhammad SAW. Dan ketika mereka mendengar nama Nabi Muhammad SAW maka mereka serentak menjerit: Ya Jibril, sampaikan salam kami kepada Nabi Muhammad SAW dan beritakan bahawa maksiat kamilah yang memisahkan kami dengannya, dan beritakan kepadanya keadaan kami. Maka kembalilah Jibril menghadap kepada Allah, lalu ditanya: Bagaimana kamu melihat ummat Muhammad? Jawabnya: Ya Tuhan, alangkah jelek keadaan mereka dan sempit tempat mereka. Lalu bertanya: Apakah mereka meminta apa-apa kepadamu? Jawabnya: Ya, mereka meminta disampaikan salam mereka kepada Muhammad SAW, dan diberitakan kepadanya keadaan mereka. Maka Allah menyuruh Jibril menyampaikan semua pesanan itu kepada Nabi Muhammad SAW yang tinggal dalam khemah dari permata yang putih mempunyai empat ribu pintu, tiap pintu dua daun pintu dari emas, maka berkata Jibril:
Ya Muhammad, saya datang kepadamu dari rombongan orang-orang yang durhaka dari ummatmu yang masih terseksa dalam neraka, mereka menyampaikan salam kepadamu dan mengeluh bahawa keadaan mereka sangat jelek dan sangat sempit tempat mereka. Maka pergilah Nabi Muhammad SAW ke bawah arsy dan bersujud dan memuji Allah dengan pujian yang tidak pernah diucapkan oleh seorang makhluk pun, sehingga Allah menyuruh nabi: Angkatlah kepalamu dan mintalah nescaya akan diberi, dan ajukan syafaatmu pasti akan diterima, maka Nabi Muhammad berkata: Ya Tuhan, orang-orang durhaka dari ummatku telah terlaksana pada mereka hukumMu dan balasanMu, maka terimalah syafaatku. Allah berfirman: Aku terima syafaatmu terhadap mereka, maka pergilah ke neraka dan keluarkan mereka daripadanya orang yang pernah mengucap Laa ilaha illallah, maka pergilah Nabi Muhammad SAW ke nerka dan ketika dilihat oleh malaikat Malik segera ia bangkit hormat, lalu ditanya: Hai Malik, bagaimanakah keadaan ummatku yang durhaka? Jawabnya: Alangkah jelek keadaan mereka dan sempit tempat mereka, lalu diperintah bukalah pintu dan angkat tutupnya, maka apabila orang-orang neraka itu melihat Nabi Muhammad SAW mereka serentak menjerit: Ya Muhammad, api neraka telah membakar kulit kami, maka dikeluarkan semuanya berupa arang, lalu dibawa mereka itu ke sungai di muka pintu syurga yang bernama Nahrul hayawan, dan di sana mereka mandi kemudian keluar sebagai orang muda gagah elok, bolak matanya, sedang wajah mereka bagaikan bulan, tertulis di atas dahi mereka “aljahannamiyun” atau orang-orang jahannam yang telah dibebaskan Allah. Dari nereka, kemudian mereka masuk ke syurga, maka apabila orang-orang neraka melihat kaum muslimin telah dilepaskan dari neraka, mereka berkata: Aduh, sekiranya kami dahulu Islam tentu kami dapat keluar dari neraka. Demikianlah sebagaimana firman Allah:
“Rubamaa yawaddul ladzina kafaruu lau kaanuu muslimin (Pada suatu saat kelak, orang-orang kafir ingin andaikan mereka menjadi orang muslim).”
________________________________________
Sabda Rasulullah SAW:
“Pada hari kiamat kelak akan didatangkan maut itu berupa kambing kibas putih hitam, lalu dipanggil orang-orang syurga dan ditanya: Apakah kenal maut? Maka mereka melihat dan mengenalnya, demikian pula ahli neraka ditanya: Apakah kenal maut? Lalu mereka melihat dan mengenalnya, kemudian kambing itu disembelih di antara syurga dan neraka, lalu diberitahu: Hai ahli syurga kini kekal tanpa mati, hai ahli neraka kini kekal tanpa mati. Demikianlah ayat: Wa andzirhum yaumal hasrati idz qudhiyal amru (Peringatkanlah mereka akan hari kemenyesalan ketika maut telah dihapuskan).”
________________________________________
Berkata Abu Hurairah r.a:
“Janganlah gembira seorang yang lacur dengan suatu nikmat, kerana di belakangnya ada yang mengejarnya iaitu jahannam, tiap-tiap berkurang, ditambah pula nyalanya.”
________________________________________
--> Ingat dan saling mengingatilah antara kita akan perkara-perkara seperti ini, kerana sesungguhnya, manusia itu mempunyai sifat pelupa dan kerap kali lupa, sedang Allah tidak pernah lupa. Ketahuilah bahawa seksa Allah itu benar, dan terbesar, seperti yang telah disabdakan Nabi Muhammad SAW.
Wallahu a’lam.
Comment Form under post in blogger/blogspot