Ringkasan Tanbihul Ghafilin --> Bab 4: Kedashyatan dan Kengerian Hari Kiamat.

posted under by $#@|)Z
Hadis - hadis Nabi Muhammad SAW tentang Hari Kiamat:

Aisyah r.a bertanya kepada Rasulullah SAW: “Apakah yang cinta itu ingat pada kekasihnya pada hari kiamat?” Jawab Nabi SAW: “Adapun di tiga tempat (masa) maka tidak akan ingat. Pertamanya, ketika ditimbang amal sehingga diketahui apakah ringan atau berat. Keduanya, ketika menerima lembaran catatan amal (suhuf), sehingga ia terima imma dari kanan atau atau dari kiri. Ketiga, ketika keluar dari neraka, ular naga mengepung mereka dan berkata: Aku diserahi tiga macam: Orang yang mempersekutukan Allah dengan lain Tuhan, orang yang kejam, penentang dan zalim. Dan orang yang tidak percaya pada Hari Kiamat. Maka diringkus semua orang-orang yang tersebut lalu dilemparkan semuanya dalam neraka jahannam, dan di atas neraka jahannam itu ada jambatan yang lebih halus dari rambut dan lebih tajam dari pedang, sedang di kanan kirinya berduri, sedang orang-orang yang berjalan di atasnya ada yang bagaikan kilat, dan ada yang bagaikan angin yang kencang, maka ada yang selamat, dan ada yanng luka terkena duri, dan ada yang terjerumus mukanya ke dalam neraka.”
________________________________________
Sabda Nabi Muhammad SAW: Allah telah berfirman:
“Hai para jin dan manusia, Aku nasihatkan kepadamu, sesungguhnya yang tercatat dalam lembaran hanya amalmu sendiri, kerana itu siapa yang mendapatkan di dalamnya kebaikan, hendaklah mengucapkan: Alhamdulillah, dan siapa yang mendapat lain dari itu, maka jangan menyalahkan yang lain kecuali dirinya sendiri. Kemudian Allah menyuruh jahannam, maka keluar daripadanya binatang yang panjang berkilat gelap lalu berkata-kata. Maka Allah berfirman: Tidakkah Aku telah berpesan kepadamu: Jangan menyembah syaitan, sesungguhnya ia musuhmu yang nyata. Dan sembahlah Aku. Inilah jalan yang lurus. Dan ia telah menyesatkan umat-umat yang banyak dari kamu. Apakah kamu tidak berakal (berfikir) dan menyedarinya? Inilah neraka jahannam yang telah diancamkan (peringatkan) kepadamu. Masuklah kamu kini, oleh sebab kekafiranmu.”
________________________________________
Nafi’ dari Ibn Umar r.a berkata: Sabda Nabi Muhammad SAW:
“Manusia akan dibangkitkan kembali kepada Tuhan pada hari qiyamat, sebagaimana keadaan mereka ketika dilahirkan dari perut ibunya telanjang bulat. Siti Aisyah r.a berkata: Lelaki perempuan berkumpul ya Rasulullah? Jawab Nabi SAW: Ya. Siti Aisyah r.a. berkata: Alangkah malunya, kemaluanku, dapat melihat setengah pada setengahnya. Rasulullah SAW sambil memukul bahu Aisyah bersabda: Wahai putri dari putra Abu Quhafah, kesibukan orang-orang pada saat itu tidak memungkinkan akan melihat itu, orang-orang mengarahkan pandangan mereka ke langit, berdiri selama empat puluh tahun, tidak makan, tidak minim, ada yang berpeluh sampai tumit, sampai betis, sampai perut, dan ada yang sampai mulut, kerana lamanya berhenti. Kemudian berdiri para Malaikat mengelilingi arsh, lalu Allah menyuruh menyerukan nama Fulan b. Fulan maka semua yang hadir melihat-lihat orangnya, lalu keluar orang itu untuk menhadap Tuhan Rabbul A’alamin. Dan bila telah melihat pada Rabbul A’alamin dipanggil orang-orang yang pernah dianiaya oleh orang itu, kerana pada saat itu tiada pembayaran dengan emas, perak (dinar,dirham), maka orang-orang selalu menagih sehingga habis hasanatnya, maka diambilkan dari dosa-dosa orang yang dianiaya itu untuk dipikulkan kepadanya, kemudian jika telah selesai semua maka diperintah: Kembalilah ke tempatmu dalam neraka hawiyah (jahannam) kerana pada hari ini tidak ada dhulum (penganiayaan). Sesungguhnya Allah amat segera perhitungannya, juga pembalasannya. Maka pada saat itu, tidak ada seorang Malaikat yang muqarrab atau nabi Rasul melainkan merasa bahwa tidak akan selamat, kecuali jika mendapat perlindungan dari Allah.”
________________________________________
Dari Mu’adz bin Jabal r.a: Nabi SAW bersabda:
“Tidak dapat bergerak kaki seorang hamba sehingga ditanya tentang empat perkara: Umurnya digunakan untuk apa sampai habis, Badannya dalam apa ia rosakkan, Ilmunya dalam apa dipergunakan (apakah diamalkan), dan hartanya dari mana ia dapat dan ke mana ia keluarkan.”
________________________________________
Dari Ibn Mas’ud r.a berkata: Sabda Rasulullah SAW:
“Orang kafir akan tenggelam dalam peluhnya kerana lamanya hari itu sehingga ia berdoa: Ya Tuhan, kasihanilah aku meskipun masuk ke dalam neraka.”
________________________________________
Abu Ja’far meriwayatkan dengan sanadnya dari Ibnu Abbas r.a berkata bahawa Rasulullah SAW bersabda:
“Tiada seorang Nabi melainkan ia mempunyai doa yang mustajab, dan semuanya sudah menggunakan doa itu di dunia, sedang saya masih menyimpan doa itu, untuk saya gunakan sebagai syafaat bagi ummatku pada hari kiamat. Ingatlah bahawa sayalah yang terkemuka dari semua anak Adam dan itu bukan bangga, dan saya juga yang petama bangkit dari bumi, juga bukan kerana bangga, dan panji Alhamd di tanganku pada hari kiamat yang dibawahnya ada Adam dan anak cucunya, juga tidak bangga dengan itu. Pada kiamat kesukaran dan kerisauan manusia akan bertambah dahsyat sehingga mereka datang pada Nabi Adam a.s dan berkata: Hai Abulbasyar (Ayah dari semua manusia) berikan syafaatmu (bantuanmu) bagi kami dengan minta kepada Tuhan, supaya segera menyelesikan kami ini. Jawab Adam: Itu bukan bahagian saya, saya telah diusir dari syurga kerana dosaku, dan kini aku tidak memikirkan sesuatu keciali diriku sendiri, lebih baik kamu pergi kepada Nuh a.s kerana ia sebagai Nabi yang pertama. Maka mereka pergi kepada Nuh dan berkata: Tolonglah kami mintakan kepada Tuhan sepaya lekas membebaskan kami. Jawab Nabi Nuh a.s: Bukan bahagianku, saya telah mendoakan penduduk bumi sehingga tenggelam semuanya, dan kini tidak ada yang aku pikirkan kecuali diriku sendiri, tetapi kamu lebih baik pergi kepada Nabi Ibrahim a.s khalilullah. Maka pergilah mereka kepada Nabi Ibrahim a.s dan berkata: Tolonglah kami di sisi Tuhan supaya segera memutuskan urusan kami. Jawab Nabi Ibrahim a.s: Itu bukan urusanku, sebab saya telah dusta tiga kali: Rasulullah SAW bersabda: Ketiga-tiganya itu kerana mempertahankan agama Allah. Pertama, ketika dia diajak ke upacara kaumnya, lalu ia menyatakan: Sesungguhnya, saya sakit. Kedua, ketika berkata: Bahwa yang merosak berhala-berhala itu hanya inilah yang terbesar. Ketiga, ketika isterinya akan diganggu oleh raja yang zalim, lalu ia berkata: Ini saudaraku. Kerana itu, kini tidak ada sesuatu yang merisaukan hatiku kecuali bagaimana nasibku, tetapi kamu pergi kepada Musa a.s sebagai kalimullah yang langsung mendengar firman-firman Allah. Maka mereka langsung pergi kepada Nabi Musa a.s dan berkata: Tolonglah kami gunakaan syafaatmu untuk menghadap Tuhan supaya menyelesaikan urusan kami ini. Jawab Nabi Musa a.s: Itu bukan urusanku, saya pernah membunuh orang tanpa hak,dan kini aku tidak memikirkan kecuali nasib diriku, tetapi kamu pegi kepada Nabi Isa a.s ruhullah dan kalimatullah, maka segera mereka pergi ke Nabi Isa a.s dan berkata: Berikan jasa dan syafaatmu mintakan kepada Tuhan supaya segera meringankan penderitaan kami ini. Jawabnya: Saya telah diangkat bersama ibuku oleh orang-orang sebagai Tuhan, da kini tidak ada sesuatu yag merisaukan aku kecuali urusanku sendiri, tetapi bagaimana pendapatmu kalau ada barang terbungkusdan ditutup, apakah dapat mencapai barang itu jika tidak dibuka penutupnya? Jawab mereka: Tidak, maka ia berkata:Sesungguhnya Nabi Muhammad SAW itu penutup dari semua nabi-nabi, dan Allah telah mengampunkan baginya apa yang lalu dan yang kemudian, lebih baik kamu pergi kepadanya. Nabi SAW bersabda: Maka datanglah orang-orang itu kepadaku, lalu saya jawab kepada mereka: Baiklah, sayalah yang akan membantu sehingga Allah mengizinkan bagi siapa yang dikehendaki dan diridhainya, maka tinggal sekehendak Allah, kemudian bila Allah hendak menyelesaikan makhluknya, maka ada seruan: Di manakah Muhammad dan ummatnya? Maka kamilah yang terakhir di dunia, dan yang pertama-tama hisabnya pada hari kiamat. Lalu aku berdiri bersama ummatku, maka ummat-ummat itu membukakan jalan untuk kami, sehingga ada suara, hampir saja ummat ini semuanya merupakan nabi-nabi, kemudian aku maju ke pintu syurga dan mengetuknya, lalu ditanya: Siapakah itu? Jawabku Muhammad Rasulullah, lalu dibukakan dan segera aku masuk dan bersujud kepada Tuhan serta memuja muji kepada Tuhan dengan pujian yang belum pernah diucapkan oleh seseorangpun sebelumku, kemudian aku diperintah: Angkatlah kepalamu, dan katakan, akan didengar, dan mintalah akan diberikan, dan berikan syafaatmu akan diterima. Maka saya memberikan syafaatku pada orang-orang yang di dalamnya hatinya ada seberat semut (zarah) atau jagung dari iman keyakinan dan di samping syahadat: LAA ILAHA ILLALLAH MUHAMMAD RASULULLAH.”
________________________________________
Nasihat Ka’bul Ahbar:
“Hai saudara, bersiap-siaplah menghadapi hari kiamat itu dengan amal salih dan menjauhi maksiat, kerana tidak lama kau akan menghadapi hari kiamat dan menyesal terhadap masa hidupmu yang terbuang sia-sia, ketahuilah bahawa bila kau mati bererti telah tiba hari kiamatmu, sebagaimana kata Almughirah b. Syu’bah: Kamu menantikan kiamat, padahal kiamatmu ialah saat kematianmu.”
________________________________________
Kata Muqatil b. Sulaiman:
“Makhluk akan berdiri menanti pada hari kiamat selama seratus tahun dan tenggelam dalam peluhnya sendiri, dan seratus tahun dalam kegelapan mereka binggung, sedang seratus tahun lagi sibuk bagaikan gelombang mengajukan tuntutan kepada Allah. Sesungguhnya hari kiamat itu sekira lima ribu tahun, tetapi bagi seorang mu’min yang ikhlas bagaikan sesaat. Kerana itu wahai orang yang sihat akal, hendaklah sabar terhadap penderitaan dunia dalam melaksanakan taat kepada Allah untuk memudahkan bagimu segala kesukaran-kesukaran hari kiamat.”

0 comments

Make A Comment
top