Ringkasan Tanbihul Ghafilin --> Bab 3: Siksa Kubur dan Kedashyatannya.
Rasulullah SAW pernah bersabda:
“Sesungguhnya seorang mu’min jika akan meniggalkan dunia dan menghadapi akhirat (akan mati), turun padanya Malaikat yang putih - putih wajahnya begaikan matahari, membawa kafan dari syurga, maka duduk di hadapannya sejauh pandangan mata mengelilinginya, kemudian datang malakulmaut dan duduk di dekat kepalanya dan memanggil: Wahai roh yang tenang baik, keluarlah menuju pengampunanan Allah dan ridhanya. Nabi SAW bersabda lagi: Maka keluar rohnya mengalir bagaikan titisan dari mulut bekas tempat air, maka langsung diterima dan langsung dimasukkan dalam kafan dan dibawa keluar semerbak harum bagaikan kasturi yang terharum di atas bumi, lalu dibawa naik, maka tidak melalui rombongan Malaikat melainkan ditanya: Roh siapakah yang harum ini? Dijawab: Roh Fulan b. Fulan sehingga sampai ke langit, dan di sana dibukakan pintu langit, dan disambut oleh penduduknya dan pada tiap langit dihantar oleh Malaikat Muqarrabun dibawa naik ke langit di atas hingga sampai ke langit ketujuh. Maka Allah berfirman: Catatlah suratnya di illiyyin. Kemudian dikembalikan ia ke bumi, sebab daripadanya Kami jadikan, dan di dalamnya Aku kembalikan dan daripadanya pula akan Aku keluarkan pada sa’atnya. Maka kembalilah roh ke jasad dalam kubur, kemudian datang kepadanya dua Malaikat untuk menanya: Siapakah tuhanmu? Maka dijawab: Allah tuhanku. Lalu ditanya: Apakah agamamu? Dijawab: Agamaku Islam. Ditanya: Bagaimana pendapatmu terhadap orang yang diutus di tengah-tengah kamu itu? Dijawab: Saya membaca kitab Allah lalu percaya dan membenarkannya. Maka terdengar suara: Benar hambaku, maka berikan padanya hamparan dari syurga serta pakaian syurga dan bukakan untukknya pintu yang menuju ke syurga, supaya ia mendapat bau dan hawa syurga, lalu diluaskan kubur sepanjang pandangan mata kemudian datang padanya seorang yang bagus wajahnya dan harum baunya sambil berkata: Terimalah khabar gembira, ini saat yang telah dijanjikan Allah kepadamu. Lalu ditanya: Siapakah kau? Jawabnya: Saya amalmu yang baik. Lalu ia berkata: Ya Tuhan, segerakanlah hari kiamat supaya segera saya bertemu dengan keluargaku dan kawan-kawanku.”
Rasulullah SAW bersabda lagi:
“Adapun hamba yang kafir jika akan meninggalkan dunia dan menghadapi akhirat, maka turun kepadanya Malaikat dari langit yang hitam mukanya dengan pakaian hitam, lalu duduk di mukanya sepanjang pandangan mata, kemudian datang malakulmaut dan duduk di samping kepalanya, lalu berkata: Hai roh yang jahat, keluarlah menuju murka Allah, maka tersebar di semua anggota badannya, maka dicabut rohnya bagaikan mencabut besi dari bulu yang basah, maka terputus semua urat dan otonya, lalu diterimanya dan dimasukkan dalam kain hitam, dan dibawa dengan bau yang sangat busuk bagaikan bangkai, dan dibawa naik, maka tidak melalui Malaikat melainkan ditanya: Roh siapakah yang jahat dan busuk itu? Dijawab: Ruh Fulan b. Fulan dengan sebutan yang amat jelek sehingga sampai ke langit dunia, maka minta dibuka, tetapi tidak dibuka untuknya. (Kemudian Nabi SAW membawa ayat yang bermaksud: Tidak dibukakan bagi mereka itu pintu-pintu langit dan tidak dapat masuk syurga sehingga unta dapat masuk dalam lubang jarum). Kemudian diperintahkah: Tulislah orang itu dalam sijjin, kemudian dilemparkan rohnya begitu sahaja sebagaimana ayat yang bermaksud: (Dan siapa mempersekutukan Allah, maka bagaikan jatuh dari langit, lalu disambar helang atau dilemparkan oleh angin ke dalam jurang yang curam.) Kemudian dikembalikan roh itu ke dalam jasad di dalam kubur, lalu didatangi oleh dua Malaikat yang mendudukkannya lalu menanya: Siapa tuhanmu? Jawabnya: Saya tidak tahu. Lalu ditanya: Apakah agamamu? Jawabnya: Saya tidak tahu. Lau ditanya: Bagaimana pendapatmu terhadap orang yang diutus di tengah-tengah kamu itu? Jawabnya: Saya tidak tahu. Maka, terdengar suara seruan dari langit: Dusta hambaku. Hamparkan untuknya dari neraka dan bukakan baginya pintu neraka. Maka terasa olehnya panas hawa neraka, dan disempitkan kuburnya sehingga terhimpit tulang-tulang rusuknya, kemudian datang kepadanya seorang yang hodoh wajahnya dan busuk baunya berkata kepadanya: Sambutlah hari yang sangat jelek bagimu. Inilah saat yang telah diperingatkan oleh Allah kepadamu. Lalu ia bertanya: Siapakah kau? Jawabnya: Aku amalmu yang jelek. Lalu ia berkata: Ya Tuhan, jangan percepatkan hari kiamat, ya Tuhan, jangan percepatkan hari kiamat.”
Sabda Nabi Muhammad SAW:
“Sesungguhnya Allah tidak suka padamu empat, main-main dalam sembahyang, tidak hirau dalam bacaan al-Quran, berkata keji waktu puasa, dan tertawa di kubur.”
Firman Allah SWT:
“Dan siapa yang mengabaikan peringatanku (ajaranku), maka ia akan merasakan kehidupan yang sukar (ketika menghadapi pertanyaan dalam kubur).”
Abu Hurairah r. A berkata bahawa Nabi SAW bersabda:
“Tiada seorang yang mati melainkan ia mendengkur yang didengar oleh semua binatang kecuali manusia, dan andaikata ia mendengar pasti pengsan, dan bila dihantar ke kubur, maka jika soleh(baik) berkata: Segerakanlah aku, andaikan kamu mengetahui apa yang didepanku daripada kebaikan nescaya kamu akan menyegerakan aku. Dan bila ia tidak soleh maka berkata: Jangan disegerakan, andaikan kamu mengetahui apa yang didepanku daripada bahaya nescaya kamu tidak akan terburu-buru. Kemudian, jika telah ditanam dalam kubur, didatangi oleh 2 malaikat yang hitam kebiru-biruan datang dari arah kepalanya, maka ditolak oleh sembahyangnya: Tidak boleh dari arah kepalanya sebab adakalanya ia semalam tidak tidur kerana takut dari saat yang seperti ini. Lalu didatangi dari bawah kakinya, maka ditolak oleh baktinya pada kedua orang tuanya: Jangan datang dari arahku, kerana ia biasa berjalan tegak kerana takut dari saat yang seperti ini. Lalu didatangi pula dari arah kanannya, maka ditolak oleh sedekahnya: Tidak boleh datang dari arahku, kerana ia biasa bersedekah kerana takut dari saat yang seperti ini. Lalu didatangi dari arah kiri, maka ditolak oleh puasanya: Jangan datang dari arahku, kerana ia biasa lapar dan haus kerana takut dari saat yang seperti ini. Lalu ia dibangunkan seperti dibangunkan daripada tidur, lalu ia ditanya: Bagaimana pendapatmu tentang orang yang membawa ajaran kepadamu itu? Ia tanya: Siapakah itu? Dijawab: Nabi Muhammad SAW? Maka dijawab: Saya bersaksi bahawa ia utusan Allah. Lalu berkata kedua Malaikat itu: Engkau hidup sebagai orang mu’min, dan mati juga mu’min. Lalu diluaskan kuburnya, dan dibukakan baginya segala kehormatan yang dikurniakan Allah kepadanya.”
Semoga Allah memberi kita taufiq dan memelihara serta menghindarkan kita daripada hawa nafsu yang menyesatkan, dan menyelamatkan kita dari siksa kubur. Amin...
Comment Form under post in blogger/blogspot