Nasihat Luqman Al-Hakim

posted under by $#@|)Z

Assalamualaikum.

"Dengan menyebut nama Allah yang maha pemurah lagi maha penyayang."

###

Sesungguhnya telah Aku anugerahkan kepada Luqman kearifan (QS. Luqman: 12)

Dan ketika Luqman berkata kepada putranya, di waktu dia memberikan pelajaran kepada putranya: "Wahai anakku, janganlah kamu menyekutukan Allah, sesungguhnya menyekutukan Allah adalah benar-benar kezaliman yang besar". Dan Kami perintahkan kepada manusia (untuk berbuat baik) kepada kedua orang tuanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada ibu bapakmu, hanya kepada-Ku kembalimu. Dan jika keduanya memaksamu menyekutukan Aku dengan sesuatu yang tak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Ku kembalimu, maka Aku beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. (Luqman berkata) "Wahai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (memberikan balasan). Sesungguhnya Allah Mahahalus lagi Maha Mengetahui. Wahai anakku, dirikanlah salat dan suruhlan (manusia) mengerjakan yang baik, dan cegahlah (mereka) dari berbuat yang mungkar, dan bersabarlah atas apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah). Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong), dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri. Dan sederhanalah kamu dalam berjalan, dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara adalah suara keledai." (QS. Luqman: 13-19)


Imam Ja'far ash Shadiq mengatakan kepada Hammad bin Isa al Juhani bahwa Luqman pernah berkata kepada putranya yang bernama Natan:


"Wahai anakku, sejak kedatanganmu ke dunia ini, telah engkau tinggalkan kehidupan dunia ini, karena engkau telah menghadapkan wajahmu ke arah kehidupan ukhrawi. Maka dari itu, sebuah tempat tinggal yang menjadi tujuanmu lebih dekat denganmu ketimbang tempat tinggal yang engkau tinggalkan."


"Wahai anakku, kehidupan di dunia ini tak ubahnya seperti lautan yang dalam yang telah menenggelamkan banyak orang. Jadikanlah rasa takut kepada Allah sebagai bahteramu, iman kepada Allah sebagai kuotamu, dan tawakal kepada Allah sebagai tiang bahteramu agar kamu selamat. Maka dari itu, bila engkau sampai di tempat yang aman, itu tak lain lantaran rahmat Allah kepadamu. Namun jika engkau binasa, itu lantaran dosa-dosamu sendiri."


"Wahai anakku, mana mungkin manusia tak mencemaskan putusan atas diri mereka, padahal umur mereka semakin berkurang dari hari ke hari?"


"Wahai anakku, ambillah dari dunia ini hikmahnya, dan janganlah engkau sampai dilenakan oleh urusan-urusannya, agar akhiratmu tidak terkena dampak negatifnya. Juga janganlah engkau menafikannya, kerana kalau engkau menafikannya, maka engkau akan menjadi beban orang lain. Lakukanlah puasa yang akan menghentikan hasratmu kepada dunia, dan jangan lakukan puasa yang akan membatalkan solatmu, kerana dalam pandangan Allah solat lebih besar artinya berbanding puasa."


"Wahai anakku, jangan tuntut ilmu kalau tujuannya untuk menyombongkan diri, dan janganlah berpura - pura berilmu di hadapan orang bodoh, juga janganlah mencari nama di majlis-majlis. Dan janganlah meremehkan nilai ilmu serta menyukai kebodohan."


"Wahai anakku, kalau engkau melihat orang menyebut nama Allah, maka bergaulah dengannya, kerana jika engkau kemudian mendapatkan maklumat tentang sesuatu darinya, maka maklumat itu akan bermanfaat bagimu, dan dengan demikian dia akan menambah penguasaanmu dalam ilmu. Jika engkau patut mendapatkan ilmu, maka dia tidak segan-segan akan mengajarkan ilmu kepadamu, sementara Allah akan memandang dia dengan pandangan kasih-sayang, sehingga rahmat-Nya juga akan menjangkaumu. Jika engkau bertemu orang yang tidak menyebut nama Allah, maka janganlah bergaul dengannya, kerana jika engkau mendapatkan maklumat darinya, maka maklumat tersebut tak akan memberikan manfaat sedikit pun kepadamu, dan jika engkau tidak tahu, dia hanya akan semakin menambah kejahilanmu sementara Allah akan memandangnya dengan pandangan murka, dan engkau dengan demikian juga akan terkena murka-Nya."


"Wahai anakku, berilah penghargaan dan dukungan kepada orang yang memang patut mendapatkannya, kerana tak ada gencatan senjata antara anak kambing dan rubah, maka tak ada persahabatan antara orang yang lurus moralnya dan orang yang suka berbuat dosa. Kalau orang suka dipuji di depan umum, maka dia akan mendapatkan celaan. Kalau orang melangkahkan kakinya ke jalan kejahatan, maka dia akan dituduh melakukan kejahatan. Kalau orang bergaul dengan orang yang suka berbuat dosa, maka dia tak akan pernah selamat. Kalau orang tak dapat mengendalikan lisannya, maka dia akan sentiasa menyesal."


"Wahai anakku, lebih baik jadi abdi orang salih daripada jadi sahabat si pendosa."


"Wahai anakku, jadilah orang yang dapat dipercaya, kerana dengan menjadi orang yang dapat dipercaya maka engkau akan kaya. Dan janganlah sampai timbul kesan bahwa engkau adalah orang yang takwa, padahal dalam hatimu engkau adalah pendosa."


"Wahai anakku, hadirilah majlis orang alim. Janganlah berdebat dengan orang alim, agar mereka tetap mau berbicara kepadamu. Kalau bertanya kepada mereka, bertanyalah dengan sikap yang baik, agar mereka tetap memberikan perhatian kepadamu. Janganlah membuat mereka malu, agar mereka tidak bosan kepadamu."


"Wahai anakku, jangan lari dari masalah, dan juga jangan enggan menghadapi masalah, kerana dengan lari dan enggan tersebut, maka engkau akan jadi orang yang lemah fikirannya."


"Wahai anakku, kalau engkau berdisiplin di waktu muda
, maka di waktu tua engkau akan memperoleh manfaatnya."


"Wahai anakku, janganlah menyuruh orang untuk berbuat baik padahal engkau sendiri tidak melakukannya, kerana engkau berbuat seperti itu, maka engkau tak ubahnya seperti lilin yang memberikan penerangan sementara engkau sendiri terbakar."


"Wahai anakku, jangan meremehkan masalah kecil, karena yang kecil itu kemudian akan menjadi besar."


"Wahai anakku, hati-hatilah jangan sampai berkata dusta, kerana berdusta akan merosak akidah dan orang akan memandang hina dirimu. Dan engkau pun akan kehilangan martabat, dan akan jadi hinaan orang, kemudian orang pun tak ada yang sedikit pun mau memperhatikan perkataanmu. Tak ada manfaatnya hidup seperti itu."


"Wahai anakku, berhati-hatilah jangan sampai engkau berperilaku buruk, jangan samapi engkau jadi orang yang suka bercakap dan tidak sabar, kerana kalau engkau jadi orang yang seperti itu, maka tak ada orang yang mau peduli, membantu dan mendukungmu, dan orang pun akan menghindarkan diri darimu. Didiklah dirimu agar jadi orang yang bersikap tenang, sabar dan berperilaku baik, kerana orang yang selalu membaiki perilakunya dan suka bersenyum kepada orang lain, maka dia akan disukai oleh orang yang bermoral baik, dicintai oleh orang salih, dan dijauhi oleh orang yang bermoral buruk. Janganlah tenggelam dalam duka cita, dan jangan sampai kesedihan menguasai hatimu. Janganlah bakhil, terimalah takdirmu, dan ridhalah dengan pemberian Allah kepadamu. Maka hidupmu akan bebas dari kecemasan, engkau pun akan menerima keadaan dirimu sendiri, dan hidup akan terasa menyenangkan. Kalau engkau menginginkan segenap kekayaan dunia ini jadi milikmu, maka janganlah iri hati melihat apa yang dimiliki orang lain, kerana para nabi dan para salih mencapai status mereka setelah mereka berhasil membersihkan diri dari rasa iri hati melihat apa yang dimiliki orang lain."


"Wahai anakku, kekayaan di kehidupan dunia ini tidaklah seberapa, sementara usiamu di dunia ini pendek, dan yang boleh diharapkan dari usia yang pendek itu tidaklah banyak."


"Wahai anakku, berikan penghargaan kepada orang-orang yang memahami nilai kekayaan duniawi agar kamu tidak kehilangan kekayaan duniawi di dalam kehidupan dunia ini, dan agar kamu tidak kehilangan kesempatan untuk memperoleh pahala di akhirat kelak melalui kekayaan duniawi itu. Bersikaplah sederhana, jangan berlebihan. Terhadap kekayaan yang engkau miliki, janganlah engkau merasa berat hati untuk berbagi, dan janganlah berlebihan bila engkau membelanjakan kekayaanmu."


"Wahai anakku, junjung tinggilah kearifan agar engkau menjadi orang yang bermartabat, dan hargailah kearifan agar engkau juga dihargai orang. Sebaik-baik perilaku yang arif adalah agama Allah Ta'ala."


"Wahai anakku, ada tiga tanda orang yang iri hati, dengki dan pendendam: bila di belakang temannya dia suka memfitnahnya, bila di hadapannya dia suka menjilatnya, dan bila temannya mendapat kesulitan dia merasa senang."


"Kamu hendaklah sentiasa berada dalam majlis ulama dan dengarlah kata-kata hukama (orang yang bijaksana). Hal ini kerana Allah menghidupkan jiwa yang mati dengan hikmat seperti Dia menghidupkan bumi yang mati dengan hujan yang lebat."


"Berkawan dan hampirilah ulama serta duduk dan ziarahilah rumah mereka agar kamu akan menjadi seumpama mereka.


Sentiasalah bersama-sama mereka dan tumpanglah kebaikan mereka. Kemungkinan besar apabila Allah menurunkan kebaikan kepada mereka, kamu turut merasakan nikmat itu."


"Sekiranya engkau seorang yang soleh, jauhilah dirimu daripada orang yang buruk budi pekerti dan keras kepala kerana ditakuti apabila diturunkan bala Allah, engkau turut menjadi mangsanya."


"Janganlah engkau menjadi lemah daripada seekor ayam jantan, ia telah berkokok pada waktu pagi hari, sedangkan engkau pada ketika itu masih terbaring di atas katilmu."


"Jangan sekali-kali engkau menangguhkan taubat kepada Allah kerana mati itu akan datang bila-bila masa saja."


"Dunia ini bagaikan lautan dalam yang mana sudah ramai ditenggelamkannya. Oleh itu, jadikanlah takwa sebagai kapalnya dan iman pula sebagai air yang menyirami tanaman."

----------------------------------------------------------

1. Luqman pernah berkata, "Sebaik-baik kekayaan adalah kesihatan yang baik, dan tak ada kebahagiaan seperti kebaikan hati."


2. Seseorang pernah melihat orang-orang mengelilingi Luqman. Orang itu bertanya kepada Luqman, "Kamukah si sahaya berkulit hitam yang biasa menguruskan kambing di tempat si fulan?" "Betul," sahut Luqman. "Apa sebabnya kamu mempunyai status terhormat seperti ini?" tanya orang itu lagi. "Berbicara benar, mengembalikan amanat kepada pemiliknya, dan menjauhkan diri dari segala yang bukan urusanku," sahut Luqman.


3. Luqman pernah berkata, "Kalau seorang ayah memukul anaknya (dan pukulan itu dilakukan sebagai tindakan untuk mendisiplinkan si anak), itu tak ubahnya seperti air bagi tanaman."


4. Seseorang pernah berkata kepada Luqman, "Wah hodoh amat wajahmu!" Luqman bertanya balik kepada orang itu, "Apakah kamu melihat ada yang salah pada lukisannya atau pada Pelukisnya?"


dimudahfahamkan oleh:
Shadz.


Bibliografi:-

  • Al - Quran
  • http://nahjulbalaghah.blogspot.com/2006/12/luqman-sang-arif.html
  • http://catzer.com/?p=50#more-50

0 comments

Make A Comment
top